Amarah adalah emosi alami manusia, dan hal ini tidak selalu negatif. Amarah dapat membantu Anda mengetahui kapan Anda telah terluka atau saat situasi perlu berubah. Adalah hal yang penting untuk belajar bagaimana memproses dan bereaksi terhadap amarah Anda.[1] Rasa marah sering kali dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung, tekanan darah tinggi, depresi dan kesulitan untuk tidur. Hal ini mungkin terjadi jika Anda mengalami amarah yang tinggi atau Anda sering memendam amarah Anda.[2] Untungnya, Anda dapat belajar memahami, memproses, dan melepaskan amarah Anda dengan cara yang sehat.
1
Kenali masalah dari amarah Anda. Kebanyakan orang mengalami amarah yang ringan beberapa kali setiap minggunya. Dalam beberapa kasus, adalah sangat normal untuk merasa marah, seperti jika Anda merasa seseorang telah menghina atau menyakiti Anda. Akan tetapi, Anda harus belajar untuk mengenali tanda-tanda bahwa amarah Anda telah menjadi suatu “masalah”.[3]
- Apakah Anda sering berteriak, menjerit, atau mengutuk orang lain saat Anda marah? Apakah Anda menyerang orang lain secara verbal?
- Apakah amarah Anda sering menyebabkan suatu perilaku kasar secara fisik? Seberapa parah ekspresi dari perilaku kasar ini? Amarah yang kurang dari 10 persen biasanya melibatkan perilaku kasar secara fisik, jadi jika Anda sering mengalami hal tersebut, itu bisa jadi adalah suatu tanda bahwa sesuatu yang lebih serius sedang berada dalam masalah.
- Apakah Anda merasa perlu untuk mengobati diri sendiri ketika Anda sedang marah, seperti dengan menggunakan obat-obatan, alkohol, atau makanan?
- Apakah Anda merasa bahwa amarah Anda secara negatif mempengaruhi hubungan pribadi Anda, pekerjaan Anda, atau kesehatan Anda secara umum? Pernahkah orang lain menyatakan keprihatinannya kepada Anda?
http://id.wikihow.com/Melepaskan-Amarah